Mobil Terjun ke Jurang di Pakpak Bharat, Pasutri Hilang Terseret Arus Sungai Lae Kombih

Daftar Isi

Tayang: Baca tanpa iklan

Mobil Terjun ke Jurang di Pakpak Bharat, Pasutri Hilang Terseret Arus Sungai Lae Kombih
Lihat Foto

 

BeritaSerbaAda.web.id – Sumut. Kecelakaan tunggal terjadi di wilayah Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di ruas jalan perbukitan yang berbatasan dengan wilayah Aceh, Senin (30/3/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Sebuah mobil jenis Toyota Kijang Innova dilaporkan masuk ke jurang dan jatuh ke aliran Sungai Lae Kombih. Dua orang penumpang yang merupakan pasangan suami istri hingga kini masih dalam pencarian.



Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga setempat setelah ditemukan sejumlah pecahan kaca kendaraan di sekitar lokasi jalan yang berdekatan dengan jurang. Kondisi jalan yang gelap dan berada di kawasan perbukitan diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali sebelum akhirnya terjun bebas ke dasar jurang.



Korban diketahui bernama Rudi Simanjuntak (40) dan istrinya Risma Tumangger (39), warga Kota Subulussalam, Aceh. Keduanya diduga tengah dalam perjalanan melintasi wilayah tersebut sebelum insiden nahas terjadi. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban, baik di dalam kendaraan maupun di sepanjang aliran sungai.



Berdasarkan keterangan sementara, mobil yang mereka tumpangi diduga melaju dari arah tertentu menuju kawasan perbatasan. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali, keluar jalur, lalu masuk ke jurang dengan kedalaman puluhan meter hingga akhirnya terbawa arus sungai yang cukup deras.



Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, dan warga setempat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Proses evakuasi dan pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai secara manual, menggunakan peralatan khusus, hingga bantuan teknologi seperti drone untuk mendeteksi keberadaan korban di titik-titik yang sulit dijangkau.



Upaya pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi medan yang terjal, bebatuan besar, serta derasnya arus Sungai Lae Kombih menjadi kendala utama bagi tim di lapangan. Bahkan, pencarian harus diperluas hingga belasan kilometer dari titik awal jatuhnya kendaraan, mengingat kemungkinan korban terbawa arus air.



Hingga berita ini diturunkan, kendaraan yang milik korban juga belum berhasil dievakuasi secara menyeluruh. Tim masih terus berupaya memastikan posisi kendaraan sekaligus mencari kemungkinan korban berada di sekitar badan mobil atau terseret lebih jauh mengikuti arus sungai.



Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. Jalan dengan kondisi gelap, sempit, dan berada di kawasan perbukitan seperti di wilayah Pakpak Bharat memerlukan kewaspadaan ekstra guna menghindari kejadian serupa.

 

Tim Redaksi: beritaserbaada.web.id