Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Desak Publik Bongkar Dugaan “Mafia Dapur” Program Makan Bergizi Gratis
Tayang: Baca tanpa iklan
BeritaSerbaAda.web.id – Medan. Aliansi organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pengelola program makan bergizi di Kota Medan, Sumatera Utara. Aksi tersebut berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan kekhawatiran atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dapur pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan di sejumlah wilayah.
Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, seperti PMII, GMNI, IMM, GMKI, dan KAMMI. Para mahasiswa berkumpul sejak siang hari di sekitar lokasi kantor pengelola program di Kota Medan dengan membawa spanduk dan poster tuntutan. Mereka menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan program MBG yang menurut mereka perlu mendapat pengawasan lebih ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran maupun penurunan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Koordinator aksi dari Cipayung Plus Sumatera Utara, Bana, menjelaskan bahwa gerakan tersebut bermula dari berbagai laporan yang diterima mahasiswa dari masyarakat dan sejumlah sekolah terkait kualitas makanan dalam program MBG. Menurutnya, laporan itu menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara nilai anggaran program dengan kondisi makanan yang diterima oleh penerima manfaat di lapangan. “Kami menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai kualitas makanan yang dianggap tidak layak. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik yang tidak transparan dalam pengelolaan dapur program MBG,” ujar Bana dalam orasinya di Medan.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Jika pengelolaannya tidak diawasi secara ketat, kata dia, maka tujuan program berpotensi tidak tercapai bahkan bisa membahayakan kesehatan penerima manfaat. Karena itu, Cipayung Plus mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut di daerah masing-masing.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah temuan yang mereka klaim berasal dari laporan masyarakat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan dugaan makanan yang tidak layak konsumsi hingga masalah kebersihan dalam proses pengolahan makanan di dapur penyedia program MBG. Temuan itu kemudian memicu kekhawatiran mahasiswa bahwa terdapat potensi praktik yang mereka sebut sebagai “mafia dapur” yang diduga memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan tertentu.
Selain menyampaikan kritik, massa aksi juga mendesak pemerintah dan pihak pengelola program untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di wilayah Sumatera Utara. Mereka meminta agar pemerintah membuka proses pengelolaan program secara transparan, mulai dari pengadaan bahan makanan, pengelolaan dapur, hingga distribusi makanan kepada para siswa penerima manfaat.
Mahasiswa juga menilai pentingnya adanya mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat apabila menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut. Melalui aksi itu, mereka mengajak masyarakat untuk berani melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan, sehingga program yang menggunakan anggaran negara tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Kota Medan itu berjalan dengan pengawalan aparat keamanan dan berlangsung tertib hingga selesai. Cipayung Plus Sumatera Utara menyatakan akan terus memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di daerah tersebut serta mendorong pemerintah melakukan langkah evaluasi agar program peningkatan gizi bagi anak-anak sekolah dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.
