Pembongkaran Plang Pemuda Pancasila di Medan Polonia Nyaris Picu Bentrokan
Tayang: Rabu, 4 Februari 2026 17:45 WIB Baca tanpa iklan
BeritaSerbaAda.web.id – Medan. Pembongkaran plang organisasi Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Karya Darma No. 01, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Rabu (4/2/2026), nyaris memicu bentrokan antara kader PP dan pihak yang melakukan pembongkaran. Peristiwa tersebut terjadi di depan Sekretariat Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Polonia dan sempat membuat situasi memanas sebelum aparat keamanan turun tangan.
Kejadian bermula saat sejumlah orang yang mengaku mendapat perintah dari PT Anugerah Dirgantara Perkasa (PT ADP) mendatangi lokasi dan membongkar plang Pemuda Pancasila yang terpasang di depan sekretariat. Pihak perusahaan beralasan bahwa bangunan dan plang tersebut berada di atas lahan milik PT ADP, sehingga dianggap tidak memiliki izin untuk dipasang di lokasi tersebut.
Setelah dibongkar, plang organisasi itu kemudian dipindahkan ke area lahan kosong yang berada tidak jauh dari sekretariat. Tindakan tersebut diketahui oleh kader Pemuda Pancasila setempat dan dengan cepat menyebar, sehingga puluhan anggota organisasi itu mendatangi lokasi untuk mempertanyakan dasar hukum pembongkaran yang dilakukan secara sepihak.
Sekretaris PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia, Rasyid, membantah klaim PT ADP terkait kepemilikan lahan. Ia menegaskan bahwa sekretariat dan plang organisasi tidak berdiri di atas tanah perusahaan.
“Pos Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Polonia ini tidak berada di atas tanah PT ADP. Pembongkaran plang dilakukan tanpa koordinasi dan itu kami anggap tidak menghormati organisasi,” ujar Rasyid di lokasi kejadian, Rabu (4/2/2026).
Hal senada disampaikan Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia, Rommy Van Boy. Ia menilai pembongkaran plang tersebut sebagai tindakan sepihak yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Plang dan pos ini adalah identitas organisasi. Pembongkaran tanpa pemberitahuan jelas merupakan tindakan semena-mena dan bisa memicu konflik di tengah masyarakat,” kata Rommy.
Ketegangan sempat meningkat ketika kader Pemuda Pancasila berkumpul di sekitar lokasi dan terlibat adu argumen dengan pihak yang melakukan pembongkaran. Situasi nyaris berujung bentrok fisik sebelum aparat keamanan datang untuk mengendalikan keadaan dan memisahkan kedua belah pihak.
Aparat gabungan dari Babinsa Kelurahan Polonia dan Tim Reserse Kriminal Polsek Medan Baru kemudian turun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Petugas meminta seluruh pihak menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur komunikasi serta hukum agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Setelah dilakukan mediasi singkat di lokasi kejadian, disepakati bahwa plang Pemuda Pancasila dipasang kembali di tempat semula. Aparat kepolisian memastikan situasi kembali kondusif dan tidak ada tindakan lanjutan di lapangan. Hingga Rabu sore, kondisi di sekitar Sekretariat Pemuda Pancasila Kelurahan Polonia terpantau aman dan aktivitas masyarakat kembali normal.
