Modus Tukang Pangkas Menginap Hotel Bersama Pacar, Motor Tamu Dicuri Bersama Rekannya

Daftar Isi

 Tayang: Jumat, 9 Januari 2026 14:19 WIB  Baca tanpa iklan

Editor: Anwar Zahid

Modus Tukang Pangkas Menginap Hotel Bersama Pacar, Motor Tamu Dicuri Bersama Rekannya

eye icon

 


BeritaSerbaAda.web.id – Sumut.

Kepolisian Sektor Medan Area berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi di sebuah penginapan di Jalan Menteng Raya, Kecamatan Medan Denai. Pada hari ini, 9 Januari 2026, pihak kepolisian mengumumkan penangkapan tersebut setelah melakukan penyelidikan lebih dari dua bulan sejak kejadian. Pelaku utama, seorang tukang pangkas bernama Nanda Nugraha (21), menginap di hotel bersama pacarnya sebelum aksi pencurian dilakukan bersama rekannya, Dody Syahputra (30).


Kejadian bermula pada 20 Oktober 2025, ketika korban, seorang tamu hotel, memarkir sepeda motornya di area parkir tanpa mencabut kunci kontak. Korban dan pasangannya kemudian masuk ke kamar hotel, tidak menyadari bahwa kunci motor masih menempel dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku.


Pelaku utama, Nanda, melihat kunci motor yang masih tergantung dan mengambilnya secara diam-diam tanpa sepengetahuan korban. Ia kemudian menyerahkan kunci tersebut kepada rekannya, Dody, yang menunggu di luar hotel untuk mengeksekusi pencurian motor.


Sekitar pukul 17.00 WIB, Dody datang ke parkiran dan membawa kabur sepeda motor korban. Korban baru menyadari kehilangan motor saat keluar kamar hotel. Petugas hotel memeriksa rekaman CCTV dan menemukan dua orang mengambil kunci dan motor korban, yang kemudian dilaporkan ke Polsek Medan Area.


Tim penyidik Polsek Medan Area melakukan penyelidikan intensif. Pada 3 Januari 2026, polisi menangkap Nanda saat sedang bekerja sebagai tukang pangkas di Jalan Denai. Nanda mengakui perbuatannya dan mengungkap identitas rekannya, Dody, yang ikut dalam pencurian.


Polisi kemudian memburu Dody, yang merupakan residivis kasus kriminal sebelumnya. Saat hendak ditangkap, Dody mencoba melarikan diri dan melawan petugas. Karena tindakan ini membahayakan keselamatan polisi, Dody ditembak di kaki kanan secara terukur untuk menghentikan pelarian.


Hasil pemeriksaan menunjukkan sepeda motor curian dijual seharga Rp 4 juta, dan uang hasil penjualan dibagi di antara pelaku. Masing-masing pelaku menerima sekitar Rp 1,3 juta, sementara sisa uang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.


Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana lain di Medan. Polisi menghimbau masyarakat agar selalu mencabut kunci kendaraan, memperhatikan keamanan parkir, dan waspada terhadap modus pencurian yang memanfaatkan kondisi hotel atau penginapan.


Sumber: beritaserbaada.web.id

Posting Komentar