Sumatera Utara Masuk Tiga Besar Provinsi dengan Angka Kejahatan Tertinggi Nasional
Tayang: Sabtu, 3 Januari 2026 10:01 WIB Baca tanpa iklan
BeritaSerbaAda.web.id – Medan.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) tercatat menempati peringkat ketiga nasional dalam jumlah kasus kriminal berdasarkan data analisis kejahatan Indonesia. Posisi tersebut berada di bawah Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur, menunjukkan bahwa Sumatera Utara masih menghadapi tantangan serius dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Data tersebut merupakan hasil pemetaan dan rekapitulasi kasus kriminal secara nasional yang dihimpun oleh jajaran kepolisian. Tingginya angka kejahatan di wilayah hukum Polda Sumut mencakup berbagai tindak pidana, mulai dari kejahatan konvensional, peredaran narkotika, hingga kejahatan berbasis teknologi informasi yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan peningkatan signifikan.
Secara geografis, Sumatera Utara memiliki posisi strategis karena dilalui Jalur Lintas Sumatera, memiliki pelabuhan laut, serta akses transportasi darat dan laut yang padat. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, khususnya dalam peredaran narkoba lintas daerah dan aktivitas ilegal lainnya, sehingga berkontribusi terhadap tingginya jumlah perkara pidana yang ditangani aparat penegak hukum.
Selain faktor wilayah, kepadatan penduduk dan urbanisasi di kota-kota besar seperti Medan juga berpengaruh terhadap angka kriminalitas. Aktivitas ekonomi yang tinggi di kawasan perkotaan sering kali beriringan dengan meningkatnya kasus pencurian, penganiayaan, perampokan, serta tindak pidana umum lainnya yang dilaporkan masyarakat.
Dalam klasifikasi perkara, kejahatan narkotika masih mendominasi statistik kriminal di Sumatera Utara. Aparat kepolisian secara rutin mengungkap jaringan peredaran sabu dan narkotika lainnya yang melibatkan jalur antardaerah, bahkan terhubung dengan jaringan lintas negara. Penanganan kasus narkoba dinilai menyita sumber daya besar karena memerlukan penyelidikan panjang dan lintas wilayah.
Tidak hanya kejahatan konvensional, kejahatan digital seperti penipuan daring dan perjudian online juga menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini mendorong aparat kepolisian untuk memperkuat patroli siber serta meningkatkan kerja sama dengan instansi terkait guna memutus akses dan menindak para pelaku kejahatan berbasis teknologi.
Polda Sumatera Utara menilai tingginya angka kriminalitas tersebut menjadi indikator kompleksitas persoalan keamanan, bukan semata-mata akibat lemahnya penegakan hukum. Penanganan kejahatan memerlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup pencegahan, penindakan, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Dengan masuknya Sumatera Utara dalam tiga besar wilayah dengan angka kejahatan tertinggi nasional, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah terus memperkuat strategi pengamanan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta menciptakan rasa aman dan tertib bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Post a Comment