Kementerian PU Bangun 66 Sumur Bor untuk Pulihkan Akses Air Bersih di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Daftar Isi

 Tayang: Sabtu, 17 Januari 2026 17:57 WIB  Baca tanpa iklan

Kementerian PU Bangun 66 Sumur Bor untuk Pulihkan Akses Air Bersih di Aceh, Sumut, dan Sumbar
eye icon

 

 

BeritaSerbaAda.web.id – Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 66 titik sumur bor air tanah di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna memperkuat akses air bersih masyarakat yang terganggu akibat bencana banjir dan kerusakan infrastruktur air pada akhir 2025.

 

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari langkah penanganan darurat dan pemulihan pascabencana, khususnya untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Karena itu, Kementerian PU bergerak cepat membangun sumur bor di wilayah yang mengalami gangguan pasokan air,” ujar Dody dalam keterangan resminya, Sabtu.

 

Pembangunan 66 sumur bor ini dilaksanakan sejak awal Januari 2026 dengan menyasar wilayah-wilayah yang terdampak langsung banjir dan kerusakan jaringan air bersih. Di Provinsi Aceh, sumur bor dibangun di sejumlah titik di Kabupaten Aceh Tamiang dan wilayah sekitarnya. Sementara di Sumatera Utara, pembangunan dilakukan di beberapa kabupaten dan kota yang mengalami gangguan distribusi air bersih pascabanjir, termasuk kawasan permukiman padat penduduk dan fasilitas umum.

 

Adapun di Sumatera Barat, sumur bor dibangun di beberapa kabupaten/kota yang sumber air permukaannya tercemar dan tidak dapat digunakan sementara waktu. Lokasi pembangunan meliputi area permukiman warga, pasar tradisional, sekolah, rumah ibadah, serta fasilitas layanan kesehatan, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

 

Berdasarkan data Kementerian PU hingga pertengahan Januari 2026, dari total 66 sumur bor yang direncanakan, delapan titik telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat, sementara puluhan titik lainnya masih dalam tahap pengeboran dan pemasangan peralatan. Setiap sumur bor memiliki kedalaman rata-rata hingga 100 meter untuk menjangkau akuifer air tanah yang stabil dan aman.

 

Kementerian PU memastikan setiap sumur bor dilengkapi dengan pompa submersible, tandon air, serta sistem distribusi sederhana agar air bersih dapat diakses warga dengan mudah. Selain itu, sebelum digunakan, air dari sumur bor terlebih dahulu melalui pengujian kualitas untuk memastikan layak konsumsi dan aman bagi kesehatan.

 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan sumur bor ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan infrastruktur air bersih di wilayah rawan bencana.

“Kami ingin sumur bor ini bisa dimanfaatkan dalam jangka menengah, bahkan jangka panjang, sambil infrastruktur air permanen diperbaiki,” ujarnya.

 

Melalui pembangunan 66 sumur bor tersebut, pemerintah berharap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat kembali memperoleh akses air bersih secara normal, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat pascabencana.

 

Sumber: beritaserbaada.web.id