Belasan Ribu Pengungsi Banjir di Sumatera Utara Terserang ISPA di Pengungsian

Daftar Isi

 Tayang: Senin, 5 Januari 2026 17:35 WIB  Baca tanpa iklan

Belasan Ribu Pengungsi Banjir di Sumatera Utara Terserang ISPA di Pengungsian

eye icon


BeritaSerbaAda.web.id – Sumut.

Kondisi kesehatan pengungsi banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara dilaporkan memburuk. Belasan ribu warga yang mengungsi di pos-pos pengungsian terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat dampak banjir yang masih berlangsung di beberapa kabupaten/kota di provinsi tersebut.


Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menyampaikan bahwa hingga hari ini, laporan dari lapangan menunjukkan sekitar 17 ribu lebih kasus ISPA ditemukan di kalangan pengungsi banjir. Selain ISPA, penyakit kulit dan gangguan pencernaan juga mendominasi keluhan kesehatan warga yang tinggal di tempat penampungan darurat.


Kasus penyakit tersebut ditemukan di berbagai lokasi pengungsian banjir di Kabupaten Langkat, yang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi cukup besar akibat luapan sungai dan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Pengungsi menempati tenda darurat, sekolah, serta balai desa dengan fasilitas terbatas.


Selain Langkat, lokasi pengungsian di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai juga melaporkan tingginya jumlah pengungsi yang mengalami gejala ISPA. Kepadatan penghuni di pos pengungsian dan sirkulasi udara yang kurang baik mempercepat penyebaran penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.


Kondisi serupa juga dilaporkan dari pos pengungsian banjir di Kabupaten Mandailing Natal. Di wilayah ini, keterbatasan air bersih serta lingkungan pengungsian yang lembap meningkatkan risiko munculnya penyakit berbasis lingkungan di tengah masa pengungsian yang masih berlangsung.


Dinas Kesehatan Sumatera Utara menjelaskan bahwa faktor utama meningkatnya kasus ISPA di lokasi pengungsian meliputi kepadatan hunian, ventilasi udara yang tidak memadai, cuaca lembap, serta menurunnya daya tahan tubuh pengungsi akibat kelelahan dan kondisi darurat berkepanjangan.


Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan, BPBD, serta tenaga medis dan relawan terus membuka layanan kesehatan di lokasi-lokasi pengungsian. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan ISPA, salep penyakit kulit, pembagian masker, vitamin, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat.


Hingga hari ini, banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara masih dalam tahap penanganan dan pemantauan. Dinas Kesehatan mengimbau para pengungsi untuk segera memeriksakan diri ke pos kesehatan terdekat apabila mengalami gejala ISPA atau penyakit lainnya, guna mencegah kondisi yang lebih serius selama berada di pengungsian.


Sumber: beritaserbaada.web.id

Posting Komentar