Kemenhut dan UGM Ubah Kayu Hanyutan Jadi Solusi Pemulihan Pascabencana di Sumut
Tayang: Rabu, 7 Januari 2026 18:53 WIB Baca tanpa iklan
BeritaSerbaAda.web.id – Tapanuli Selatan.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengoptimalkan pemanfaatan kayu hanyutan pascabanjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara sebagai solusi percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak.
Kayu hanyutan yang dimanfaatkan merupakan material alami berupa batang dan potongan kayu yang terbawa arus banjir dari kawasan hulu dan bantaran sungai. Material tersebut sebelumnya menumpuk di aliran sungai, jembatan, serta permukiman warga dan berpotensi menyebabkan penyumbatan aliran air serta banjir susulan apabila tidak segera ditangani.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut menjelaskan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan sebagai langkah terpadu antara penanganan darurat dan rehabilitasi pascabencana. Selain membersihkan sungai, kayu yang masih layak digunakan diarahkan untuk mendukung kebutuhan material rehabilitasi rumah warga dan fasilitas umum darurat.
Dalam pelaksanaannya, Kemenhut mengerahkan alat berat untuk mengangkat dan mengumpulkan kayu dari lokasi terdampak banjir. Selanjutnya, kayu tersebut diseleksi berdasarkan kondisi fisik dan jenisnya sebelum dimanfaatkan, guna memastikan material yang digunakan aman dan tidak membahayakan keselamatan warga.
UGM dilibatkan dalam proses ini melalui pendampingan ilmiah dan kajian teknis. Tim akademisi melakukan identifikasi jenis kayu, pengujian kekuatan material, serta memberikan rekomendasi teknis terkait pengeringan dan pengawetan kayu agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab.
Kayu hanyutan yang telah dinyatakan layak digunakan diprioritaskan untuk pembangunan hunian sementara, perbaikan rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti posko pengungsian dan dapur umum. Pemerintah menegaskan bahwa kayu tersebut tidak diperuntukkan bagi pembangunan rumah permanen jangka panjang.
Pemerintah daerah menyambut baik kolaborasi Kemenhut dan UGM tersebut karena dinilai mampu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara. Selain membantu pemenuhan kebutuhan material bangunan, langkah ini juga menekan biaya rehabilitasi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lokasi bencana.
Kemenhut menegaskan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan ini bersifat khusus untuk kondisi darurat bencana dan dilakukan dengan pengawasan ketat. Pemerintah memastikan kayu hanyutan tidak diperjualbelikan serta seluruh proses tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi kehutanan.

Posting Komentar