Longsor Tapanuli Tengah Menewaskan Ibu Dan Tiga Anak Di Desa Mardame

Daftar Isi

 Tayang: Selasa, 25 November 2025 15:12 WIB  Baca tanpa iklan

Longsor Tapanuli Tengah Menewaskan Ibu Dan Tiga Anak Di Desa Mardame


eye icon 76,558 views


Dini hari tanggal 25 November 2025, bencana longsor terjadi di Desa Mardame, Kecamatan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Peristiwa ini mengakibatkan seorang ibu bersama tiga anaknya meninggal dunia setelah rumah mereka tertimbun material longsor. Warga sekitar yang terbangun dari tidur mendengar suara gemuruh tanah dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Kondisi desa yang berada di lereng bukit membuat risiko longsor semakin tinggi ketika hujan deras melanda.


Longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah selama beberapa hari berturut-turut. Curah hujan yang tinggi membuat tanah di perbukitan menjadi labil dan rentan longsor. Hujan yang tidak henti-henti menyebabkan aliran air meresap ke dalam tanah, melemahkan fondasi rumah warga yang berada di area rawan. Kejadian ini menunjukkan pentingnya mitigasi bencana di daerah perbukitan dan pemantauan intensif terhadap cuaca ekstrem.


Warga setempat mengaku panik ketika mendengar suara runtuhan tanah yang sangat keras. Beberapa rumah tetangga ikut terdampak karena retakan tanah mulai muncul di lereng sekitarnya. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi segera membantu menyelamatkan anggota keluarga dan memindahkan barang-barang penting, meskipun situasi hujan deras membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit dan berisiko.


Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban dan membersihkan material longsor. Proses pencarian berlangsung hingga dini hari, namun sayangnya empat korban ditemukan sudah meninggal dunia. Evakuasi ini menghadapi tantangan karena medan yang curam dan kondisi tanah yang masih labil akibat hujan terus-menerus.


Pemerintah desa Mardame mengimbau seluruh warga yang tinggal di lereng bukit dan daerah rawan longsor untuk mengungsi sementara sampai kondisi tanah stabil dan aman. Selain itu, warga diminta untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan deras, dan memantau informasi cuaca serta peringatan dini dari pihak berwenang. Langkah-langkah pencegahan ini dianggap penting untuk mengurangi risiko korban di masa mendatang.


Ahli geologi lokal menjelaskan bahwa longsor ini merupakan akibat kombinasi curah hujan tinggi, lereng perbukitan yang curam, dan sistem drainase yang kurang baik. Struktur tanah yang labil membuat area tersebut rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat hujan deras berlangsung terus-menerus. Mereka menekankan pentingnya perbaikan drainase, penanaman vegetasi penahan tanah, dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat di daerah rawan.


Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng sungai. Pemerintah daerah terus memperkuat sistem peringatan dini, mitigasi bencana, dan koordinasi dengan tim SAR agar korban jiwa akibat longsor dapat diminimalkan. Longsor di Desa Mardame juga menjadi pengingat bagi warga untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi bencana alam, termasuk membuat jalur evakuasi dan menyimpan barang-barang penting di tempat yang aman.


Sumber: beritaserbaada.web.id

Posting Komentar