Isu Stok BBM Tinggal 21 Hari Picu Panic Buying, Sejumlah SPBU di Medan Dipadati Antrean Kendaraan
Tayang: Baca tanpa iklan
BeritaSerbaAda.web.id – Medan. Kepanikan warga terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di setelah beredar isu yang menyebutkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hanya tersisa sekitar 21 hari. Informasi tersebut memicu warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Peristiwa ini terjadi pada 7 Maret 2026, ketika antrean kendaraan terlihat memadati beberapa SPBU di berbagai kawasan kota Medan.
Kejadian bermula ketika pernyataan mengenai cadangan BBM nasional yang disebut berada pada kisaran sekitar 20 hingga 21 hari beredar luas di media sosial serta pesan berantai di aplikasi percakapan. Informasi tersebut kemudian disalahartikan oleh sebagian masyarakat sebagai tanda bahwa pasokan BBM akan segera habis dalam waktu dekat. Narasi yang menyebar cepat itu membuat warga khawatir akan terjadi kelangkaan bahan bakar.
Seiring dengan menyebarnya kabar tersebut, sejumlah SPBU di beberapa ruas jalan utama di Medan mulai dipadati kendaraan sejak pagi hingga malam hari. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di beberapa titik, di antaranya SPBU yang berada di kawasan Jalan AH Nasution, Jalan Brigjen Katamso, dan Jalan Jamin Ginting. Kepadatan kendaraan bahkan sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar SPBU melambat.
Banyak pengendara yang datang untuk mengisi bahan bakar lebih awal karena khawatir tidak mendapatkan BBM jika benar terjadi kelangkaan. Beberapa warga bahkan memilih mengisi penuh tangki kendaraan mereka sebagai langkah antisipasi. Situasi tersebut membuat volume pembelian BBM di sejumlah SPBU meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasanya.
Lonjakan permintaan dalam waktu singkat membuat suasana di beberapa SPBU terlihat lebih ramai dari biasanya. Petugas SPBU harus mengatur antrean kendaraan agar proses pengisian tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan kericuhan. Meski terjadi kepadatan antrean, operasional SPBU tetap berlangsung normal tanpa adanya laporan kekosongan BBM.
Menanggapi situasi tersebut, pihak memberikan klarifikasi bahwa pasokan BBM untuk wilayah Sumatera Utara, termasuk Medan, berada dalam kondisi aman. Pertamina menjelaskan bahwa angka cadangan sekitar 20 hingga 21 hari merupakan standar ketahanan stok operasional nasional yang selalu dijaga melalui sistem distribusi berkelanjutan dari kilang dan terminal BBM ke berbagai SPBU.
Pertamina juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat telah menimbulkan kesalahpahaman sehingga memicu aksi panic buying. Perusahaan tersebut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena distribusi bahan bakar tetap berjalan normal sesuai kebutuhan masyarakat.
Setelah klarifikasi tersebut disampaikan, kondisi di sejumlah SPBU di Medan secara bertahap mulai kembali terkendali. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi yang belum dipahami secara utuh dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat, sehingga warga diimbau untuk mengacu pada informasi resmi dari pemerintah maupun pihak terkait sebelum mengambil tindakan.
